Selasa, 27 Desember 2016

Arti Hidup

Ada seseorang yang sedang mencari arti hidupnya, karena menurut pemikirannya semua yang ia temui di dunia ini memiliki arti. Jika arti itu ada dalam sebuah barang maka orang akan beramai-ramai datang dan menawar barang tersebut dengan harga yang layak. Semakin baik kualitas yang terdapat dalam suatu barang, maka semakin tinggi pula harga yang tersemat padanya namun tetap saja orang akan tetap beramai-ramai memiliki barang tersebut dan menebusnya dengan harga yang layak (harga yang disematkan pada barang tersebut).

Berawal dari pemikiran inilah iapun mulai mencari arti hidupnya, ia ingin tahu seberapa banyak orang mampu masuk dalam lingkaran hidupnya dan seberapa banyak hal yang dapat ia lakukan dengan semua kemampuan yang ia punyai. Karena menurutnya itu yang membuat ia 'dihargai'. 

Mulailah ia mencari apapun dan siapapun yang dapat membuatnya dihargai. Perjalanannya terhenti ketika ia bertemu dengan seseorang yang memberikannya sebuah baju, baju dengan warna tertentu dan mengatakan padanya bahwa baju itu dapat membawanya kepada jalan kebenaran, dapat menunjukkan jalan hidup yang penuh berkat padanya. 

Kamis, 22 September 2016

KTM

Tulisan ini saya buat setelah 1 bulan lebih saya mempunyai Kartu Tanda Mahasiswa di salah satu universitas negeri di kota tinggal saya. Akhir tahun kemarin saya memutuskan untuk melanjutkan pendidikan setelah menemui banyak pro dan kontra tentang hal tersebut. Saya selalu percaya ketika Tuhan berkehendak alam semesta pun akan serta merta bergerak untuk membawa kita pada kehendak Tuhan. Sekalipun banyak persiapan yang terlewat tapi saya diijinkan sampai pada kondisi saat ini.
Saya sangat excited ketika tahu bahwa saya menjadi mahasiswa di PTN yang saya kepengen gabung didalamnya. Ada banyak harapan, ada banyak doa, tapi juga terkadang muncul kekhawatiran. Harapan saya cuma satu, supaya ilmu ini bisa berguna untuk orang banyak, siapapun mereka, dimanapun mereka. Saya berdoa 2 tahun ini tidak terlewat begitu saja, tapi bisa menjadi proses yang mendewasakan, mencerahkan, menguatkan dan bukan sebaliknya.
Saya berharap tulisan ini bisa menjadi pengingat saya bahwa ada harapan mula-mula ketika saya duduk di bangku pascasarjana ini. 

Sabtu, 05 Maret 2016

Turut Berduka....

Hari ini group sosmed yang isinya temen-temen kuliah ramai banget ucapan dukacita. Kami sangat terkejut ketika beberapa hari yang lalu mendengar kabar kalau salah satu teman kuliah kami sedang dalam kondisi tidak sehat dan tidak sadar. Cukup kaget ketika mendengar kabar itu, karena kabar duka itu datang bersama dengan kabar sukacita dari satu pribadi yang sama. Even, saya setelah lulus kuliah tidak pernah mengontak almahrum, namun saat kuliah saya kenal beliau sebagai seorang yang ceria, cerdas dan humoris. She's so lovable for everyone.

Pertemuan, bahkan kematian manusia tidak bisa mengaturnya. Hanya Tuhan yang tahu kapan saya dinyatakan 'sudah selesai' dari dunia ini. Masa depan dan kematian akan datang segera, tanpa perlu persetujuan dari kita. Bagian kita adalah menjadi versi yang paling baikdari diri kita, bermanfaat untuk orang banyak dan memberi arti di dalam hidup yang sudah Tuhan anugerahkan ini. Klise ya? Yup, tapi hidup itu tidak untuk menyenangkan diri sendiri, sekalipun usaha yang kita lakukan harus kita sendiri yang perjuangkan.

Tulisan ini saya buat untuk kita semua yang masih dianugerahkan hidup, nafas dan waktu untuk diisi digunakan sebaik mungkin. Biarkan langkah kita semakin kita arahkan untuk hal yang berguna, yang baik, yang mulia dan sedap didengar.

Minggu, 07 Februari 2016

10 years after 18th birthday.

" 10 tahun dari sekarang kamu melihat dirimu seperti apa?", waktu denger pertanyaan itu, aku cukup bingung untuk jawab apa. Dream, vision or something apa namanya itu masih belum bisa ku rangkai dengan kata-kata dalam sebuah kalimat.
Perjalanan panjang 10 tahun dari pertanyaan itu hampir selesai, tapi saat ini masih juga aku belum menjalani setengah dari harapan, rencana dan apapun yang orang lain sebut itu...
Perjalanan ini panjang betul, gak bisa aku cut ataupun skip. Just enjoy the moment kata orang bijak bilang. tapi ngejalaninya sampe muntah-muntah, mencret-mencret, migren yang berkepanjangan. Uuugghhh.
Bermimpi sih gratis, make dreams come true butuh sacriface dan kadang patah hati huhuhu

Senin, 11 Januari 2016

Sedang Menulis Pesan.....

Judul postingan pertama saya di blog ini saya beri judul sama dengan frase yang sering kita lihat kalau kita lagi chatting sama seseorang di BBM, Whatsapp, dan aplikasi messenger lainnya. Ibarat orang yang lagi nunggu balesan chatting mantan, rasanya hidup di awal tahun 2016 ini serba menunggu balasan dari pertanyaan-pertanyaan saya. Daripada saya gegana, gelisah galau merana, saya memilih menulis (lagi) sebagai teman 'tempat sampah' saya, pengisi jiwa saya, dan pelipur lara saya. Semoga dengan menulis saya bisa menceritakan tentang ide yang sukanya tiba-tiba muncul di kepala saya, mencatat mimpi-mimpi saya dan berharap di suatu masa nanti, mata saya bisa menikmati mimpi-mimpi itu. Bangun dan raihlah mimpimu, fokus..fokus..fokus syemangat 2016 yeayyy!